Iklan Parlemen

terkini

Penuh Haru, MAN IC Aceh Timur Tutup Masa Uzlah dan Kukuhkan Siswa Baru Angkatan ke-12

Kamis, 20 Agustus 2026, 14.04 WIB Last Updated 2026-08-20T07:04:35Z
Foto: Istimewa


ACEH TIMUR — Tangis haru pecah di Gedung Pusat Pembelajaran Terpadu MAN Insan Cendekia Aceh Timur, Kamis, 20 Agustus 2026. Setelah 40 hari terpisah tanpa komunikasi, para siswa baru akhirnya kembali bertemu dan memeluk orang tua mereka dalam suasana penuh kehangatan dan cinta.

Hari itu bukan sekadar penutupan kegiatan. Bagi para siswa dan orang tua, momen tersebut menjadi akhir dari perjalanan adaptasi selama masa Uzlah, sekaligus awal langkah baru sebagai keluarga besar MAN Insan Cendekia Aceh Timur.


Siswa baru angkatan ke-12 Tahun Pelajaran 2026/2027.


MAN Insan Cendekia Aceh Timur secara resmi menutup Masa Uzlah dan mengukuhkan siswa baru angkatan ke-12 Tahun Pelajaran 2026/2027. Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Madrasah, Pengawas Madrasah, Ketua Komite, seluruh guru dan staf, tokoh masyarakat serta orang tua siswa.

Selama 40 hari, para siswa menjalani masa adaptasi dengan lingkungan baru tanpa diperkenankan berinteraksi maupun berkomunikasi dengan orang tua. Masa tersebut menjadi ruang pembelajaran untuk mengenal kehidupan madrasah, membangun kemandirian, kedisiplinan serta memperkuat karakter.

Kepala MAN Insan Cendekia Aceh Timur, Zulkarnain, S.Pd., M.A., mengatakan Uzlah merupakan salah satu ciri khas dan tradisi positif yang terus dipertahankan di MAN IC Aceh Timur.

“Alhamdulillah, hari ini merupakan hari terakhir masa Uzlah. Selama 40 hari anak-anak kita tidak berkomunikasi dengan orang tua. Selama itu pula, para siswa beradaptasi dengan lingkungannya yang baru,” ujar Zulkarnain.

Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki tujuan besar dalam membentuk siswa agar mampu hidup mandiri dan memiliki akhlakul karimah.

“Tujuan dari Uzlah adalah agar siswa mampu beradaptasi dengan lingkungan madrasah serta membentuk pribadi yang mandiri dan berakhlakul karimah,” lanjutnya.

Zulkarnain juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah terlibat menyukseskan rangkaian penerimaan siswa baru, mulai dari daftar ulang, Masa Ta'aruf Siswa Madrasah atau MATSAMA hingga pelaksanaan Uzlah.

“Saya tidak bisa bekerja sendiri tanpa bantuan guru-guru hebat dan staf MAN IC Aceh Timur. Kepada komite dan seluruh orang tua, kami mengucapkan terima kasih atas dukungan terhadap setiap kegiatan yang dilaksanakan,” ungkapnya.

Ia berharap masa Uzlah menjadi instrumen penting dalam membentuk karakter siswa yang mandiri, disiplin dan berakhlak mulia, tidak hanya selama berada di lingkungan madrasah, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, tokoh masyarakat setempat yang juga merupakan salah seorang wali murid asal Sumatera mengapresiasi tradisi Uzlah yang diterapkan MAN IC Aceh Timur.

Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki nilai pendidikan dan emosional yang kuat karena mampu membangun kedekatan baru antara anak, orang tua dan guru.

“Uzlah ini merupakan kegiatan positif yang harus terus dilaksanakan. Dengan Uzlah, ikatan anak-anak dengan orang tua dan juga guru menjadi lebih dekat karena mereka belajar arti kerinduan,” ujarnya.

Puncak haru terjadi ketika para siswa memasuki prosesi sungkeman. Setelah 40 hari tanpa komunikasi, siswa dan orang tua kembali berhadapan.

Tak sedikit air mata yang jatuh.

Para siswa menyerahkan surat cinta yang telah mereka tulis untuk ayah dan bunda. Surat-surat sederhana itu menjadi ungkapan rindu, permohonan maaf dan rasa terima kasih yang selama puluhan hari hanya tersimpan dalam hati.

Suasana semakin mengharukan ketika para siswa membasuh kaki ayah dan bundanya sebagai simbol penghormatan, bakti dan rasa cinta kepada orang tua.

Tangisan siswa bercampur dengan isak para orang tua. Pelukan yang selama 40 hari tertahan akhirnya pecah dalam sebuah pertemuan yang sulit dilupakan.

Pantauan media, sejumlah orang tua tampak tak mampu menyembunyikan haru saat melihat perubahan anak-anak mereka. Bukan hanya karena kerinduan, tetapi juga karena menyaksikan putra-putri mereka telah melewati proses panjang untuk belajar mandiri dan beradaptasi.

Setelah prosesi penuh makna tersebut, seluruh siswa baru secara resmi dikukuhkan oleh Kepala MAN Insan Cendekia Aceh Timur sebagai siswa Angkatan ke-12 MAN IC Aceh Timur.

Pengukuhan itu menjadi penanda dimulainya perjalanan baru mereka. Masa Uzlah telah berakhir, namun perjalanan panjang untuk menuntut ilmu, membangun prestasi dan membentuk karakter baru saja dimulai.

Di balik 40 hari tanpa kabar, tersimpan sebuah pelajaran tentang kemandirian.

Di balik kerinduan, tumbuh keteguhan.

Dan di balik air mata pertemuan itu, lahir harapan besar dari para orang tua agar anak-anak mereka kelak tidak hanya menjadi generasi cerdas, tetapi juga generasi yang berkarakter, mandiri dan berakhlakul karimah.

Uzlah mungkin telah usai, namun perjalanan Angkatan ke-12 MAN Insan Cendekia Aceh Timur baru saja dimulai. []


Editor  : Wahyu
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Penuh Haru, MAN IC Aceh Timur Tutup Masa Uzlah dan Kukuhkan Siswa Baru Angkatan ke-12

Terkini

Iklan Parlemen