Salbiah, Guru Mengaji di Aceh Timur Berjuang Melawan Tumor Otak Stadium 4, terbaring di atas tempat tidur. Foto: Dok.(Lensamerahputih.com)
Aceh Timur – Di tengah keterbatasan ekonomi, Salbiah (52), seorang guru mengaji asal Dusun Seumantok, Gampong Tanjong Tok Blang, Kecamatan Julok, Kabupaten Aceh Timur, kini tengah berjuang melawan penyakit tumor otak stadium 4 yang dideritanya. Kondisi tersebut membuatnya membutuhkan bantuan dan uluran tangan dari para dermawan untuk melanjutkan pengobatan.
Selama kurang lebih satu setengah tahun terakhir, Salbiah berjuang melawan penyakit yang terus menggerogoti kesehatannya. Dalam lima bulan terakhir, kondisinya semakin memburuk hingga harus menjalani perawatan intensif di RSUD dr. Zainoel Abidin, Banda Aceh.
Suami Salbiah, Bahtiar, mengatakan bahwa sang istri sempat dirawat dalam waktu yang cukup lama. Namun, karena kondisi kesehatan yang terus menurun dan berbagai keterbatasan yang dihadapi keluarga, mereka akhirnya memutuskan kembali ke kampung halaman.
"Sudah sekitar satu tahun istri saya sakit, dan lima bulan terakhir kondisinya semakin parah hingga hanya bisa terbaring lemah. Kami sempat berobat di RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh, tetapi karena kondisinya semakin berat, kami terpaksa pulang ke rumah," ujar Bahtiar, Minggu (2/8/2026).
Bahtiar menuturkan, sebelum jatuh sakit, Salbiah dikenal sebagai sosok yang mengabdikan diri sebagai guru mengaji bagi anak-anak di desanya. Kini, perempuan yang selama ini mengajarkan nilai-nilai agama itu hanya bisa terbaring sambil berharap kesembuhan.
Untuk membantu biaya pengobatan, keluarga membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin memberikan bantuan. Donasi dapat disalurkan melalui rekening Bank Aceh Syariah nomor 04502400146926 atas nama Mardiah, kakak kandung Salbiah.
Pihak keluarga juga meminta para donatur yang telah mengirimkan bantuan agar mengonfirmasi melalui nomor 0852-8346-3001.
Sementara itu, Ketua Umum DPP Organisasi Aliansi Wartawan Aceh Independen (AWAI), Dedi Saputra, SH, yang juga dikenal sebagai pemerhati sosial, mengaku tersentuh setelah menerima informasi mengenai kondisi Salbiah dari unggahan masyarakat di media sosial TikTok.
Menurutnya, kepedulian masyarakat terhadap sesama patut diapresiasi dan diharapkan dapat menginspirasi lebih banyak pihak untuk ikut membantu.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah peduli. Semoga pemerintah melalui dinas terkait, para dermawan, serta semua pihak dapat bersama-sama membantu meringankan beban Ibu Salbiah dan keluarganya," ujar Dedi.
Kisah Salbiah menjadi pengingat bahwa di balik keterbatasan masih banyak warga yang membutuhkan perhatian dan kepedulian bersama. Bantuan sekecil apa pun diharapkan dapat membantu meringankan biaya pengobatan serta memberi harapan baru bagi perjuangan Salbiah melawan penyakit yang dideritanya.
Penulis : Wahyu
Editor : Redaksi