Iklan Parlemen

terkini

Laba AMMN Melejit 111 Persen, Target Produksi Emas Naik Jadi 775 Koz

Senin, 21 September 2026, 19.47 WIB Last Updated 2026-09-21T12:47:06Z
dok. Ilustrasi (AI)


JAKARTA – Kinerja keuangan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) menunjukkan penguatan signifikan pada kuartal II 2026. Perseroan mencatat laba bersih sebesar US$338 juta, melonjak 111 persen dibandingkan kuartal sebelumnya dan berbalik dari rugi bersih US$10 juta pada periode yang sama tahun lalu.

Dengan capaian tersebut, laba bersih AMMN sepanjang semester I 2026 mencapai US$498 juta, berbalik positif dibandingkan rugi US$149 juta pada semester I 2025.


dok. by Stockbit


Realisasi tersebut setara sekitar 49 persen dari estimasi laba bersih AMMN tahun 2026 versi Stockbit dan 52 persen dari konsensus pasar.

Selain membukukan pertumbuhan laba, AMMN juga menaikkan target produksi emas dalam konsentrat untuk tahun ini. Guidance produksi emas dinaikkan dari sebelumnya 579 ribu ounce (koz) menjadi 775 koz, atau meningkat sekitar 34 persen.

Kenaikan target tersebut sejalan dengan kadar emas bijih yang tercatat lebih tinggi dari perkiraan. Pada semester I 2026, kadar emas mencapai sekitar 0,65 gram per ton, meningkat dari 0,54 gram per ton pada kuartal I 2026.

Target Produk Smelter Mulai Digenjot

Perusahaan juga mulai memberikan guidance produksi produk hasil smelter. AMMN menargetkan produksi katoda tembaga sebesar 130 ribu ton dan emas batangan sebanyak 350 koz sepanjang 2026.

Hingga semester I 2026, produksi katoda tembaga mencapai 49 ribu ton, sedangkan produksi emas batangan telah mencapai 122 koz.

Manajemen juga menyampaikan perkembangan positif dari fasilitas smelter. Smelter AMMN disebut telah lulus performance guarantee test pada Juli 2026 dan memperoleh project acceptance certificate, yang menandai proses serah terima resmi fasilitas dari kontraktor kepada perseroan.

Kinerja operasional smelter pada kuartal III 2026 juga disebut berjalan konsisten. Bahkan, sepanjang Juli hingga Agustus 2026, smelter diklaim mampu mencatat rekor produksi baru.

Cadangan Batu Hijau Bertambah

Dari sisi tambang, aktivitas operasional AMMN juga menunjukkan perkembangan positif. Total material yang ditambang tercatat sekitar 126 juta ton, turun 14 persen secara tahunan.

Namun, produksi bijih meningkat tajam menjadi sekitar 66 juta ton, dibandingkan hanya 6 juta ton pada semester I 2025.

Kenaikan produksi bijih tersebut terjadi seiring aktivitas penambangan memasuki area bijih berkadar tinggi di fase 8. Kondisi tersebut turut menekan stripping ratio menjadi sekitar 0,9 kali.

Sementara itu, bijih yang telah diproses melalui fasilitas konsentrator mencapai sekitar 20 juta ton. Selisih antara produksi bijih dan volume pengolahan tersebut turut meningkatkan persediaan bijih dan memberikan kepastian pasokan untuk kebutuhan operasi smelter.

AMMN juga memperbarui laporan JORC per 30 Juni 2026. Cadangan bijih di tambang Batu Hijau tercatat meningkat 10,2 persen menjadi 777 juta ton.

Peningkatan tersebut antara lain dipengaruhi perubahan asumsi harga emas menjadi US$2.500 per ounce, dari US$1.800 per ounce dalam laporan 2024. Sementara asumsi harga tembaga tetap berada di level US$4 per pound.

Dengan bertambahnya cadangan, umur tambang Batu Hijau diproyeksikan bertahan hingga sekitar 2031–2032, sebelum selanjutnya memasuki fase transisi menuju tambang Elang.

Ekspor Konsentrat Berakhir, Smelter Jadi Tumpuan

Pada sisi penjualan, AMMN mencatat ekspor konsentrat sebanyak 120.079 dmt, yang mengandung sekitar 72 juta pound tembaga dan 120.667 ounce emas.

Pengiriman tersebut menjadi ekspor konsentrat terakhir perseroan seiring berakhirnya izin ekspor pada April 2026.

Perseroan masih mendapatkan keuntungan dari tingginya harga emas pada saat realisasi ekspor tersebut, dengan harga emas sekitar US$4.900 per ounce.

Setelah fase ekspor konsentrat berakhir, penjualan AMMN selanjutnya akan semakin bertumpu pada produk hasil pengolahan dan pemurnian di dalam negeri, terutama katoda tembaga, emas batangan, perak, dan asam sulfat.

Prospek Semester II

Realisasi kinerja semester I 2026 menjadi modal penting bagi kinerja AMMN pada paruh kedua tahun ini. Sejumlah faktor dipandang dapat menopang kinerja perusahaan, mulai dari pergerakan harga komoditas hingga peningkatan volume produksi smelter.

Rata-rata harga tembaga yang berada di kisaran US$14.000 per ton berpotensi memberikan dukungan terhadap pendapatan, terutama ketika harga emas mengalami penurunan secara kuartalan.

Selain itu, peningkatan volume produksi dan penjualan diharapkan semakin terlihat seiring dengan optimalisasi operasional smelter.

Kontribusi produk sampingan seperti perak dan asam sulfat juga berpotensi bertambah seiring meningkatnya utilisasi fasilitas pengolahan.

Informasi lebih lanjut mengenai perkembangan kinerja, persepsi pasar, outlook, serta kemungkinan perubahan estimasi laba bersih AMMN untuk 2026 dijadwalkan dibahas dalam earnings call AMMN pada Kamis, 24 September 2026.

Perkembangan tersebut akan menjadi perhatian investor karena kinerja AMMN kini semakin bergeser dari model penjualan konsentrat menuju peningkatan kontribusi produk hasil smelter. []



Sumber  :   Stockbit
Editor      :  Wahyu
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Laba AMMN Melejit 111 Persen, Target Produksi Emas Naik Jadi 775 Koz

Terkini

Iklan Parlemen