Meureudu – Komitmen mempercepat pemulihan pascabencana sekaligus menjaga stabilitas keamanan terus diperkuat jajaran Polres Pidie Jaya. Kapolres Pidie Jaya, AKBP Tendri Wardi, S.Pt., S.I.K., M.H., melakukan kunjungan silaturahmi ke Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pidie Jaya, Senin (3/8/2026).
Kunjungan yang berlangsung di ruang kerja Kepala Pelaksana BPBD Pidie Jaya, Gampong Mayang Lancok, Kecamatan Meureudu, itu menjadi momentum mempererat koordinasi antara Polri dan BPBD dalam mempercepat penanganan pascabanjir serta mengantisipasi potensi konflik sosial akibat proses penyaluran bantuan.
Kapolres disambut langsung oleh Kepala Pelaksana BPBD Pidie Jaya, Okta Handipa, S.T., M.ARCH, bersama jajaran. Turut hadir Kasat Intelkam Polres Pidie Jaya AKP Rusdiona, S.Sos., M.Si., Sekretaris BPBD Bukhari, S.E., Kabid Darurat dan Logistik Sulaiman Khairiadi, S.T., M.T., serta Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi Aswan Azis, S.T.
Dalam pertemuan tersebut, BPBD memaparkan perkembangan penanganan pascabanjir di Kabupaten Pidie Jaya. Hingga saat ini, penyelesaian bantuan stimulan rumah rusak tahap I telah terealisasi sebanyak 282 unit dari total 3.921 rumah yang terdata. Sementara itu, pembangunan 3.069 unit rumah hunian tetap masih berada pada tahap pembebasan lahan, sedangkan rumah kategori rusak ringan yang telah didata mencapai 13.197 unit.
Selain itu, BPBD juga menjelaskan berbagai program lanjutan yang sedang berjalan, di antaranya pembersihan kawasan permukiman terdampak banjir, normalisasi Krueng Meureudu, pembangunan jaringan PDAM, hingga pembangunan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang berada di bawah koordinasi Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Pidie Jaya.
Dalam arahannya, AKBP Tendri Wardi menegaskan pentingnya validasi dan akurasi data penerima bantuan. Menurutnya, pendataan yang tepat menjadi kunci agar bantuan benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak serta mencegah munculnya penerima ganda yang dapat memicu kecemburuan sosial.
"Validasi data harus dilakukan secara cermat agar penyaluran bantuan berjalan tepat sasaran dan tidak menimbulkan persoalan baru di tengah masyarakat. Transparansi menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan publik," tegas Kapolres.
Ia juga meminta penjelasan mengenai progres penanganan pascabanjir beserta berbagai kendala yang masih dihadapi di lapangan. Informasi tersebut dinilai penting sebagai dasar memperkuat sinergi antara Polri, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mempercepat proses pemulihan sekaligus menjaga situasi keamanan tetap kondusif.
Silaturahmi tersebut mencerminkan komitmen Polres Pidie Jaya untuk terus mendukung pemerintah daerah dalam percepatan pemulihan pascabencana, mengawal penyaluran bantuan agar tepat sasaran, serta memastikan keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga selama proses rehabilitasi dan rekonstruksi berlangsung.
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 11.30 WIB hingga 12.30 WIB itu berakhir dalam suasana hangat, penuh keakraban, aman, tertib, dan kondusif. [IRZA]